Showing posts with label Livegame30B. Show all posts
Showing posts with label Livegame30B. Show all posts

Friday, August 18, 2017

Golkar Prediksi Jokowi Menang 65%, PKS: Beliau Perlu Hati-hati

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Sekjen Golkar Idrus Marham optimis Joko Widodo menang Pilpres 2019 dengan hasil di atas 65 persen. PKS justru menyebut hasil Pilpres sulit diprediksi.

"Politik adalah medan yang paling sulit ditebak hasil akhirnya. Only the dumb people (hanya orang bodoh) yang yakin pada hasil Pemilu," ujar Wasekjen PKS Mardani Ali Sera melalui pesan singkat, Jumat (18/8/2017).

PKS menilai prediksi Idrus soal kans kemenangan Jokowi pada Pilpres terlalu dini. PKS mengingatkan Jokowi untuk berhati-hati pada pihak yang selalu memujinya.

"Justru Pak Jokowi perlu hati-hati dengan pihak-pihak yang selalu membesar-besarkannya karena teman yang utama yang justru mengingatkan, bukan yang memuji," cetus anggota Komisi II DPR ini.

Mardani juga mengajak Jokowi menilai pujian Golkar lebih bijak. "Monggo Pak Jokowi menilai semuanya dengan bijak," ucapnya.

Sebelumnya, Golkar menyampaikan rasa optimisnya soal kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Jokowi diprediksi menang dengan perolehan suara di atas 65 persen.

"Jokowi untuk maju dalam Pilpres harus ada nilai tambahnya, Golkar masuk ada nilai tambahnya. Apa nilai tambahnya? Bahwa Jokowi pada Pemilu 2019 kemenangan Jokowi di atas 65 persen. Itu komitmen partai Golkar, maka dari itu kita harus konsisten, kita harus fokus," ujar Idrus di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tak Ikut Milad FPI, Habib Rizieq Persiapan Haji

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar milad ke-19 pada Sabtu (19/8/2017) besok. Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab dipastikan tak dapat mengikuti acara tersebut.


Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, menyebut kliennya tengah melakukan persiapan ibadah haji di Mekah. Hal ini membuat Rizieq urung pulang ke Tanah Air dan mengikuti acara tersebut.


"Memang ada rencananya, memang dulu ingin pulang. Tapi untuk sekarang persiapan haji," ujar Sugito kepada GARASInews dalam perbincangan, Jumat (18/8).


Milad FPI akan diselenggarakan di stadion sepakbola di Kamal, Jl Kapuk Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Acara itu rencananya digelar mulai pukul 03.00 WIB sampai selesai.


Adapun rangkaian acara milad FPI dimulai dengan menunaikan salat subuh berjemaah, istigasah, doa, zikir, dan selawat. Ketua Umum FPI KH Shabri Lubis akan membuka acara dan memberi sambutan.


Acara ini akan dihadiri beberapa ulama, tokoh, dan pejabat. Milad FPI, yang sekaligus memperingati HUT ke-72 RI, ini juga akan dimeriahkan pertunjukan seni Islami dan diakhiri dengan amanah dari imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

PAN Sebut Pertemuan SBY-Megawati Bisa Turunkan Kegaduhan Politik

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Sekjen PAN Edhy Soeparno menyebut pertemuan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka sebagai contoh politik teduh. Edhy berharap pertemuan kedua tokoh ini bisa meredam kegaduhan politik.

"Politik teduhlah yang dimainkan dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat secara keseluruhan," kata Edhy saat berbincang dengan GARASInews melalui telepon, Kamis (17/8/2017) malam.

Edhy menyebut belakangan ini tensi politik Indonesia memanas setelah ribut soal UU Pemilu dan capres. Dengan pertemuan SBY dan Megawati yang juga ketum parpol itu bisa menjadi contoh sikap negarawan.

"Karena selama ini politik kita kesannya gaduh terus UU pemilu, capres-mencapres. Dengan adanya pertemuan hari ini menunjukkan dua tokoh bangsa ini betul-betul negarawan," katanya.

Namun, Edhy tidak mau penafsiran tentang pertemuan Ketum PDIP dan Ketum Demokrat itu. Selama bertujuan demi kemaslahatan bangsa, Edhy berkeyakinan hal itu akan berdampak positif.

"Saya tidak berani menafsirkan lebih jauh tapi saya pikir apapun namanya jika tujuannya untuk membangun komunikasi dan politik yang lebih bagus, untuk kemaslahatan bangsa. Saya kira positif sekali," ucap Edhy.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Puji Salaman SBY-Megawati, Hanura: Kalau Kompak Kan Melegakan

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Hanura menyambut baik pertemuan dan jabat tangan antara Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut Hanura, dengan posisi Megawati dan SBY yang merupakan mantan presiden RI dan juga pimpinan parpol, apa yang mereka lakukan memiliki dampak pada kader dan simpatisan di bawah.

"Selama ini hubungan antara keduanya kan ditafsirkan publik ada kerenggangan. Ini tidak baik. Bu Mega kan mantan presiden yang juga ketua umum partai, begitupun SBY, jadi keduanya punya basis massa. Ketegangan antar elite bisa berdampak ke bawah," kata Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana saat dihubungi GARASInews, Kamis (17/8/2017) malam.

Dadang menyatakan bahwa masyarakat merasa lega bila ternyata tak ada kerenggangan antara SBY dan Megawati. Sebab, kata Dadang, dalam membangun bangsa perlu kekompakkan semua elemen termasuk mantan presiden.

"Kalau kompak kan melegakan. Kerja bersama membangun bangsa perlu kekompakan semua pihak," katanya.

Dadang tidak mau berspekulasi banyak soal apa maksud dari jabatan tangan SBY-Megawati. Namun paling tidak keduanya bisa meredakan ketegangan politik yang ada.

"Paling tidak, ketegangan politik bisa berkurang. Untuk ke depan kan kita tidak bisa menduga," ucap Dadang.

Sekretaris F-Hanura DPR itu tidak banyak berharap SBY dan Megawati akan bergabung dalam satu koalisi. Menurutnya, bila pun tidak bisa berkoalisi, SBY dan Megawati akan bersaing secara sehat.

"Kalau misalnya gabung koalisi pemerintah lebih baik. Tapi kalau tidak gabung artinya bersaing, itu tidak jadi masalah tapi secara sehat," tutupnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Thursday, August 17, 2017

BJ Habibie: Megawati dan SBY Bersalaman di Istana Merdeka

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Para presiden dan wakil presiden berkumpul merayakan peringatan kemerdekaan Indonesia ke-72 di Istana Merdeka. Ternyata para pemimpin Indonesia itu telah saling bersalaman satu sama lain.

"Salaman," kata Presiden ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, usai pertemuan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (17/8/2017).

Selain BJ Habibie, para pemimpin yang ikut dalam pertemuan peringatan proklamasi kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia ini adalah Try Sutrisno, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Boediono. Apakah SBY juga bersalaman dengan Megawati?

"Iya," kata Habibie, santai.

Habibie terus berjalan dituntun dua orang ajudannya. Dia menilai pertemuan barusan menyiratkan makna yang baik bagi bangsa ini.

"Kan bagus to persatuannya," kata Habibie sambil tersenyum.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Soal Tudingan Jokowi Diktator, Prabowo: Saya Keseringan di Gunung

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tidak mengikuti soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap diktator. Prabowo mengaku ketidaktahuannya itu mungkin lantaran dia terlalu sering di gunung.

"Itu biar saja proses, saya kok tidak ikuti. Mungkin saya terlalu banyak di gunung, jadi saya tidak ikuti detail," ujar Prabowo di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2017).

Prabowo mengimbau untuk tidak terlalu membesarkan masalah sehingga dapat memicu perpecahan. Ia mengatakan ingin Indonesia tetap damai.

"Jangan hal-hal kecil dibesarkan, Anda tanya presiden diktator apa tidak? Kan kayaknya mau pancing statement apa dari saya," kata Prabowo.

"Tidak kok, kita mau kebaikan, jangan mencela tapi juga kewajiban dari pemimpin untuk ingatkan," lanjutnya.

Prabowo juga mengingatkan agar siapapun pemimpin untuk berhati-hati. Selain itu, dia juga ingin agar presiden selalu ingat dengan rakyat.

"Hati-hati, jangan mau dipecah belah. Jangan meninggalkan rakyat, jangan meneruskan ketidakadilan, jangan membela orang kaya saja. Kan kira-kira begitu, itu kan baik," ujar Prabowo.

Seperti diketahui, sejak diterbitkannya Perppu Ormas, Jokowi mendapat banyak komentar dari masyarakat. Salah satunya ada yang menganggap bila Jokowi berlaku seperti diktator.

Jokowi kemudian membantah anggapan tersebut. Dia sampai berkelakar bahwa wajahnya itu tidak seperti wajah diktator.

Dalam berbagai kesempatan juga, Jokowi menegaskan tidak ada institusi di Indonesia yang memiliki kekuasaan mutlak apalagi diktator. Hal itu dikarenakan adanya perimbangan kekuasaan antar lembaga.

"Merujuk konstitusi kita, tidak ada satu pun institusi yang memiliki kekuasaan mutlak apalagi seperti diktator konstitusi memastikan adanya perimbangan kekuasaan antar lembaga-lembaga negara," kata Jokowi saat menghadiri simposium Internasional MK se-Asia di Solo, Rabu (9/8).

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Pertama di Era Jokowi, SBY akan Hadiri Upacara HUT RI di Istana

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) direncanakan hadir dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 di Istana Negara. SBY akan hadir didampingi oleh istrinya Ani Yudhoyono.

"Presiden RI ke-6 SBY dan Ibu Ani Yudhoyono akan hadir pada upacara peringatan Detik Detik Proklamasi di Istana Merdeka besok," ujar Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat Imelda Sari dalam perbincangan dengan GARASInews, Rabu (16/8/2017) malam.

Imelda menjelaskan sekalipun di Cikeas akan digelar upacara peringatan juga, SBY lebih memilih untuk menghadiri acara di Istana. Upacara di Cikeas pun menurutnya akan dipimpin oleh Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.

"Tetap datang dong. Akan hadir usai dari Istana. Upacara di Cikeas dipimpin Sekjen PD (Hinca Pandjaitan)," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat itu tak memenuhi undangan sidang tahunan MPR yang digelar Rabu (16/7) kemarin. SBY diketahui sedang mempersiapkan tur kemerdekaan di beberapa provinsi sehingga tak menghadiri acara tersebut. Sementara itu, mantan Presiden dan Wakil Presiden lainnya tampak hadir dalam acara rutin ketatanegaraan tersebut.

"Beliau mau ada acara tur kemerdekaan di Jateng, Jatim, Yogya. Nanti kita akan rapat nanti sore, untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke-72. Besok juga nggak bisa datang di upacara kemerdekaan di Istana ya karena ada tur kemerdekaan," terang Roy di Gedung DPR, Rabu (16/8).

Rencana kehadiran SBY ini memang cukup mengejutkan sebab sejak dirinya tak menjabat lagi sebagai Presiden, SBY tak pernah memenuhi undangan upacara peringatan HUT RI di Istana. Kedatangan SBY ini juga sekaligus menjadi bantahan terhadap adanya anggapan kerenggangan hubungan antara Cikeas dan Istana.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Wednesday, August 16, 2017

Dadakan Jadi Pimpinan Sidang, Fadli Zon: Setya Novanto Sakit

foto: bertha/GARASInews

JAKARTA,GARASInews Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, dirinya mendadak diminta untuk menjadi pimpinan sidang sidang Pembukaan Masa Persidangan I Tahun 2017-2018 dalam acara Sidang Tahunan Bersama MPR/DPR/DPD RI dan pidato Presiden Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Senayan, Rabu (16/8/2017).

Menurutnya, Ketua DPR Setya Novanto yang sempat hadir Sidang Tahunan MPR pagi tadi, absen lantaran sakit.

"Kelelahan aja. Agak kurang sehat. Jadi saya dadakan mengantikannya," kata Fadli kepada GARASInews.

Lebih lanjut saat ditanya apakah Ketua Umum Partai Golkar tersebut bakal hadir dalam Upacara Bendera Peringatan HUT-72 RI di Istana Negara, Fadli mengaku belum tahu.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku sempat menyampaikan salam absennya Setya Novanto kepada Presiden Jokowi.

"Tadi menyampaikannya melalui saya. Saya yang menyampaikan," katanya.

Hanya ada empat pimpinan DPR yang hadir. Tidak terlihat Ketua DPR Setya Novanto duduk di kursi pimpinan.

Hanya terlihat Fahri Hamzah, Agus Hermanto, Taufik Kurniawan dan Fadli Zon yang memimpin sidang.

Diawal membuka sidang, Fadli Zon menjelaskan, bahwa Novanto absen menghadiri acara sidang ketiga yang diselenggarakan pada hari ini karena sedang sakit.

Namun, dua kali sidang sebelumnya yakni sidang MPR dan DPD RI beliau sempat hadir.
"Sebelum memulai rapat paripurna, perlu kami informasikan bahwa saudara Ketua DPR pada sidang ketiga hari ini berhalangan hadir karena kurang sehat. Tadi sudah dua kali dalam sidang hadir,‎" kata Fadli di Gedung DPR.

Fadli pun menyampaikan pidato sambutannya.
Dalam sidang ini, Jokowi akan berpidato dalam rangka penyampaian pengantar/keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN TA 2018.

Jokowi kemudian akan menyerahkan RUU tentang APBN TA 2018 berserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukung terkait RAPBN 2018.

Nota keuangan ini yang akan menjadi modal bagi DPR dalam pembahasan lebih lanjut mengenai rancangan APBN tahun depan.
SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Ada Jokowi, 447 Anggota DPR Hadiri Pembuka Masa Sidang 2017-2018

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - DPR hari ini menggelar sidang paripurna pembukaan masa sidang dengan agenda pidato Presiden Joko Widodo dalam rangka penyampaian RAPBN 2018. Sebanyak 447 dari 560 anggota Dewan hadir.

Sidang dibuka pada pukul 14.10 WIB di ruang paripurna I, gedung Nusantara, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Kali ini, sidang tak dihadiri oleh Ketua DPR Setya Novanto. Pidato pembukaan masa sidang DPR 2017-2018 disampaikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon, yang didampingi Fahri Hamzah, Taufik Kurniawan, dan Agus Hermanto.

"Sebanyak 447 anggota hadir dalam paripurna," ujar Fadli membuka sidang.

Dari 447 orang itu, dua di antaranya mengajukan izin. Karena ada surat izin, keduanya dianggap hadir dalam sidang paripurna.

Sidang pembukaan paripurna tahun 2017/2018 juga dihadiri Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan menteri kabinet.

Berikut ini rekapitulasi absen sidang pembukaan paripurna:

PDIP : 100
Golkar : 70
Gerindra : 45
Demokrat : 50
PAN : 38
PKB : 37
PKS : 30
PPP : 35
NasDem : 27
Hanura : 15

Total: 447

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sidang Tahunan, Akankah Novanto Hadir dan Bertemu Jokowi?

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Presiden Joko Widodo hari ini akan berada di kompleks parlemen dari pagi hingga sore untuk menghadiri 3 acara. Akankah Ketua DPR Setya Novanto hadir dan bertemu Jokowi?

Hari ini, Rabu (16/8/2017), Presiden Jokowi akan hadir di sidang tahunan MPR. Dia juga kemudian akan mengikuti sidang bersama DPR RI-DPD RI, dan rapat paripurna pembukaan masa sidang DPR tahun sidang 2017-2018 pada pukul 14.00 WIB.

Dalam sidang ini, Ketua DPR Setya Novanto dijadwalkan memimpin sidang dan menyampaikan pidato pembukaan masa persidangan I Tahun Sidang 2017-2018. Presiden Jokowi juga akan berpidato di ketiga acara tersebut, termasuk di pembukaan masa sidang ini.

Namun kehadiran Novanto di ketiga acara itu belum bisa dipastikan. Hingga saat ini belum ada yang bisa memberikan klarifikasinya.

"Undangan sudah diterima (Novanto), soal besok datang atau tidak kita lihat besok," ucap Kabag TU Pimpinan DPR Hani Tahapari saat dikonfirmasi GARASInews mengenai kehadiran Novanto, Selasa (15/8/2017) malam.

Pada acara terakhir, Jokowi akan berpidato dalam rangka penyampaian pengantar/keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN TA 2018. Jokowi kemudian akan menyerahkan RUU tentang APBN TA 2018 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukung terkait RAPBN 2018.

RUU tentang APBN 2018 dan Nota keuangan ini akan diserahkan kepada ketua DPR dan Ketua DPD. Nota keuangan tersebut akan menjadi modal bagi DPR dalam pembahasan lebih lanjut mengenai rancangan APBN tahun depan.

Kolega Novanto, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga belum bisa memastikan kehadiran Ketum Partai Golkar itu. Dia mengisyaratkan siapapun pimpinan DPR bisa memimpin sidang pembukaan masa sidang dewan.

"Pada dasarnya sidang kolektif kolegial. Kita belum tahu bagaimana posisinya, besok kita lihat lah situasinya, mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar," terang Fahri di Gedung DPR, Selasa (15/8).

Fahri mengatakan kondisi Novanto saat ini sehat. Namun, soal kehadiran Novanto besok, dia nihil informasi. Meski menyebut Novanto sehat, Fahri tak bisa memastikan apakah sang ketua DPR akan memimpin sidang tersebut.

"Pak Nov sehat-sehat saja. Soal (apakah akan) datang, saya nggak tahu. Mimpin rapat itu tinggal baca, nggak ada yang luar biasa. Dibaca aja, sama aja," ucapnya.

Bila Novanto hadir, maka itu merupakan pertemuan pertamanya dengan Jokowi di depan publik sejak dia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Novanto ditetapkan sebagai tersagka pada Senin (17/7) lalu.

Dalam sidang dakwaan terhadap Andi Narogong, jaksa pada KPK menyebut Novanto terlibat pada skandal korupsi itu. Novanto dan Andi Narogong disebut mendapat fee sebesar Rp 574,2 M dari proyek e-KTP.

Namun Novanto membantah menerima aliran dana dari kasus korupsi e-KTP itu. Dia merasa didzalimi.

"Saya dikatakan terima Rp 574 M bersama saudara Andi Narogong. Saya tidak pernah terima. Uang Rp 574 besarnya bukan main, bagaimana transfernya, bagaimana terimanya. Bagaimana wujudnya?" tukas Novanto, Selasa (18/7).

"Ini tentu, saya mohon betul-betul agar tidak terus ada penzaliman terhadap diri saya," sambungnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tuesday, August 15, 2017

3 Agenda Besar Menurut SBY Menuju Indonesia Emas 2045

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan ada tiga agenda besar dalam menyongsong Indonesia di tahun 2045. Agenda itu menyangkut soal ekonomi hingga peradaban.

"Soal ekonomi dan kesejahteraan ingat amanah konstitusi, amanah pendiri republik menjadi negara adil dan makmur," kata SBY di Auditorium Utama LIPI lantai 2, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).

Isu pertama yang harus disikapi oleh pemerintah adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Menurut SBY, ekonomi Indonesia harus kuat dan berkeadilan.

"Ekonomi kita harus kuat, adil dan berkelanjutan," tuturnya.

Agenda kedua adalah soal demokrasi. Ruang berekspresi harus semakin dibuka namun tetap berlangsung tertib dan tidak anarkis.

"Agenda kedua demokrasi, kita sebetulnya kalau melihat perjalanan waktu terutama orde lama dan orde baru. Kita pelajari. Penggalan periode pemerintahan dulu. Ruang rakyat untuk berekspresi itu tidak cukup. Oleh karena itu, amanah reformasi 1998 mari kita bikin yang cukup. Itulah demokrasi," imbuhnya.

Dia menyadari bahwa demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya baik. Konsolidasi demokrasi menurutnya masih perlu dikuatkan.

"Demokrasi harus kuat stabil dan berkualitas. Demokrasi belum sempurna. Belum full consolidated. Dan tidak mudah. Tidak seperti membalikkan telapakan tangan," ujarnya.

Terakhir, SBY mengungkapkan peradaban bangsa yang maju dan berkarakter merupakan sesuatu yang sangat penting. Peradaban ini yang nantinya akan menjadikan Indonesia tahan banting walau harus mengalami krisis.

"Agenda ketiga, civilization. Peradaban bangsa yang maju dan berkarakter. Kalau kita punya something peradaban situasi seperti itu tidak perlu cemas kalau sekali-kali ada shock, crisis baik karena faktor internal ataupun eksternal. Kita akan survive dan akan terus maju ke depan," terangnya.

Pegawai KPK: Hak Angket Untuk Pimpinan Lembaga Bukan Lembaganya

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Pegawai KPK mempertanyakan adanya hak angket oleh DPR pada lembaga tersebut. Menurut mereka, seharusnya hak angket dilakukan pada pimpinan KPK bukan pada lembaga KPK.

"Subjek yang bisa dikenakan hak angket oleh DPR adalah pimpinan lembaga bukan lembaganya. Hal tersebut dikuatkan, disebutkan subjek pimpinan lembaga adalah presiden, wakil presiden, menteri, panglima TNI, Kapolri, jaksa agung dan pimpinan lembaga non kementerian," kata salah satu pegawai KPK Lakso Anindito di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).

Lakso menyampaikan hal tersebut dalam persidangan judicial review yang dia dan beberapa rekannya ajukan soal hak angket DPR terhadap KPK di MK. Mereka menggugat pasal 79 Ayat 3 UU Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).

Dalam persidangan hari ini dengan agenda perbaikan, ada beberapa hal yang mereka perbaiki. Antara lain soal legal standing. Legal standing pemohon yang awalnya adalah wadah pegawai KPK, mereka ganti menjadi individu, pembayar pajak dan pegawai KPK. Alasan penghapusan wadah pegawai karena menurut mereka dan majelis hakim akan membingungkan.

"Legal standing kami sampaikan sudah ada penegasan. Yang mengajukan judicial review adalah para pemohon individu, pembayar pajak dan pegawai kpk. Untuk wadah pegawai agar tidak membingungkan maka kami hapuskan," ucap Lakso.

Hal lain yang mereka perbaiki adalah alasan permohonan dalam pokok perkara. Setidaknya ada 2 hal yang mereka anggap mencederai KPK dengan adanya hak angket KPK.

"Kedua, alasan permohonan dalam pokok perkara. Kami dalilkan, hak angket KPK mencederai dua hal yaitu supremasi hukum dan pemisahan atau pembatasan kekuasaan," paparnya.

Terkait supremasi hukum, Lakso memaparkan pentingnya menjaga independensi KPK dari segala intervensi. Untuk menguatkan argumennya, dia menyertakan UU KPK pasal 3 tentang kedudukan independen KPK dan pasal 6 tentang kewenangan KPK. Selain itu, dia juga menjelaskan apa yang ada di KPK saat ini.

"Selain itu, dipaparkan keadaan faktual upaya intevensi terhadap supremasi hukum tersebut serta kaitan hak angket KPK yang dikaitkan dengan kasus e-KTP yang sedang ditangani KPK," sebutnya.

Sementara soal pemisahan atau pembatasan kekuasaan, Lakso menjelaskan panjang lebar soal kedudukan KPK dalam sistem tata negara. Menurutnya, KPK adalah lembaga independen di luar lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Selain itu, dia juga memasukkan peranan lembaga yudikatif dalam menguji hasil kerja KPK.

"Karena undang-undang sudah mengatur sedemikian rupa mekanisme dan pola kerja struktur dalam sistem hukum khususnya dalam hukum pidana. Hal tersebut untuk semakin menegaskan secara logis kedudukan yudikatif mempunyai fungsi penting untuk menguji, bukan legislatif," paparnya.

Dia pun membandingkan antara KPK, kepolisian dan kejaksaan. Menurutnya ada beberapa perbedaan mendasar antara ketiga lembaga tersebut.

"Pertama undang-undang KPK dibentuk karena amanat reformasi yang diturunkan dalam TAP MPR. Dijelaskan bila, KPK adalah lembaga independen sehingga pimpinan KPK harus bebas dari kekuasaan manapun," ucapnya.

"Pimpinan KPK dipilih lewat mekanisme khusus sehingga tidak di bawah presiden. Sehingga pimpinan KPK tidak di bawah struktur presiden dalam konteks kepala pemerintahan. Sementara Kapolri dan jaksa agung dipilih oleh presiden dan ada di bawah presiden," tutupnya

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

The Yudhoyono Institute Diharapkan Tak Masuk Politik Praktis

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono meresmikian The Yudhoyono Institute (TYI), di Djakarta Theater, Kamis malam (10/8). Putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didapuk sebagai direktur eksekutif lembaga tersebut.

"Lahirnya lembaga semacam ini meniru budaya politik di Amerika Serikat," kata pengamat politik dari LIPI, Lili Romli kepada GARASInews, Senin (14/8/2017).

Hanya saja, dia mengkritik posisi SBY yang notabene masih menjadi pimpinan partai politik. Posisi tersebut sangat riskan dan membuat TYI mudah tergelincir ke dalam politik praktis meski secara formal sudah ditegaskan tak akan merambah ke bidang itu. Sebab keterlibatan dalam politik praktis dapat membahayakan lembaga itu karena fungsinya hanya bakal menjadi alat kepentingan.

"Kami berharap SBY ini membangun dalam konteks itu, bukan hal politik. Apalagi instrumen politik. Bukan ranahnya apalagi dan akan membuat lembaga ini sekedar menjadi instrumen saja," ujar Romli.

Juru bicara TYI, Ni Luh Putu Caosa Indryani menyatakan sebagai lembaga kajian independen fokus pada isu strategis nasional dan internasional.

"Kami non-politik praktis," ucap Caosa.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Monday, August 14, 2017

Daftar Panjang Penerima Duit e-KTP dalam Dakwaan Andi Narogong

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Andi Narogong didakwa memperkaya diri sendiri USD 1.499.241 dan Rp 1 miliar. Selain itu Andi juga didakwa memperkaya 20 pihak lain mulai dari pejabat Kemendagri hingga Anggota DPR.

Dalam dakwaan Andi yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017), penerima duit panas e-KTP dari Andi tak hanya pihak perseorangan, tapi juga korporasi.

Berikut daftar panjang pihak yang diperkaya oleh Andi terkait pengerjaan proyek e-KTP:

  1. Irman sebesar Rp 2.371.250.000, USD 877.700, dan SGD 6.000
  2. Sugiharto sebesar USD 3.473.830
  3. Gamawan Fauzi Rp 50 juta
  4. Diah Anggraini Rp USD 500 ribu dan Rp 22,5 juta
  5. Drajat Wisnu Setiawan USD 40 ribu dan Rp 25 juta
  6. Enam orang anggota panitia lelang masing-masing Rp 10 juta
  7. Husni Fahmi sebesar USD 20 ribu dan Rp 10 juta
  8. Beberapa anggota DPR periode tahun 2009-2014 sejumlah USD 14.656.000 dan Rp 44 miliar
  9. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing sebesar Rp 1 miliar
  10. Wahyudin Bagenda selaku Dirut PT LEN Industri sebesar Rp 2 miliar
  11. Johannes Marliem sebesar USD 14,880 juta dan Rp 25.242.546.892
  12. Beberapa anggota Tim Fatmawati yakni Jimmy Iskandar alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing sebesar Rp 60 juta
  13. Mahmud Toha sebesar Rp 3 juta
  14. Manajemen bersama konsorsium PNRI sebesar Rp 137.989.835.260
  15. Perum PNRI sebesar Rp 107.710.849.102
  16. PT Sandipala Artha Putra sebesar Rp 145.851.156.022
  17. PT Mega Lestari Unggul (holding company PT Sandipala) sebesar Rp 148.863.947.122
  18. PT LEN Industri sebesar Rp 3.415.470.749
  19. PT Sucofindo sebesar Rp 8.231.289.362
  20. PT Quadra Solution sebesar Rp 79 miliar

Sebelumnya, jaksa juga mengungkap hampir setengah dari dana proyek e-KTP Rp 5,9 triliun dikorupsi dan dibagi-bagi ke sejumlah pihak. Setya Novanto dan Andi Narogong disebutkan direncanakan mendapat fee sebesar 11% dari nilai proyek atau Rp 574.200.000.000.

Perbuatan Andi Narogong bersama-sama lima orang lain disebut jaksa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2.314.904.234.275,39.

Andi Narogong didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sidang Gugatan Perppu Ormas Dihadapi Secara Langsung Oleh Mendagri dan Menkum di MK

Jakarta, GarasiNews - Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menkum HAM Yasonna Laoly menghadapi langsung gugatan Perppu Ormas di MK. Kedua menter...