Showing posts with label Togel WLA. Show all posts
Showing posts with label Togel WLA. Show all posts

Friday, August 18, 2017

Golkar Prediksi Jokowi Menang 65%, PKS: Beliau Perlu Hati-hati

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Sekjen Golkar Idrus Marham optimis Joko Widodo menang Pilpres 2019 dengan hasil di atas 65 persen. PKS justru menyebut hasil Pilpres sulit diprediksi.

"Politik adalah medan yang paling sulit ditebak hasil akhirnya. Only the dumb people (hanya orang bodoh) yang yakin pada hasil Pemilu," ujar Wasekjen PKS Mardani Ali Sera melalui pesan singkat, Jumat (18/8/2017).

PKS menilai prediksi Idrus soal kans kemenangan Jokowi pada Pilpres terlalu dini. PKS mengingatkan Jokowi untuk berhati-hati pada pihak yang selalu memujinya.

"Justru Pak Jokowi perlu hati-hati dengan pihak-pihak yang selalu membesar-besarkannya karena teman yang utama yang justru mengingatkan, bukan yang memuji," cetus anggota Komisi II DPR ini.

Mardani juga mengajak Jokowi menilai pujian Golkar lebih bijak. "Monggo Pak Jokowi menilai semuanya dengan bijak," ucapnya.

Sebelumnya, Golkar menyampaikan rasa optimisnya soal kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Jokowi diprediksi menang dengan perolehan suara di atas 65 persen.

"Jokowi untuk maju dalam Pilpres harus ada nilai tambahnya, Golkar masuk ada nilai tambahnya. Apa nilai tambahnya? Bahwa Jokowi pada Pemilu 2019 kemenangan Jokowi di atas 65 persen. Itu komitmen partai Golkar, maka dari itu kita harus konsisten, kita harus fokus," ujar Idrus di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tak Ikut Milad FPI, Habib Rizieq Persiapan Haji

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar milad ke-19 pada Sabtu (19/8/2017) besok. Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab dipastikan tak dapat mengikuti acara tersebut.


Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, menyebut kliennya tengah melakukan persiapan ibadah haji di Mekah. Hal ini membuat Rizieq urung pulang ke Tanah Air dan mengikuti acara tersebut.


"Memang ada rencananya, memang dulu ingin pulang. Tapi untuk sekarang persiapan haji," ujar Sugito kepada GARASInews dalam perbincangan, Jumat (18/8).


Milad FPI akan diselenggarakan di stadion sepakbola di Kamal, Jl Kapuk Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Acara itu rencananya digelar mulai pukul 03.00 WIB sampai selesai.


Adapun rangkaian acara milad FPI dimulai dengan menunaikan salat subuh berjemaah, istigasah, doa, zikir, dan selawat. Ketua Umum FPI KH Shabri Lubis akan membuka acara dan memberi sambutan.


Acara ini akan dihadiri beberapa ulama, tokoh, dan pejabat. Milad FPI, yang sekaligus memperingati HUT ke-72 RI, ini juga akan dimeriahkan pertunjukan seni Islami dan diakhiri dengan amanah dari imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Puji Salaman SBY-Megawati, Hanura: Kalau Kompak Kan Melegakan

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Hanura menyambut baik pertemuan dan jabat tangan antara Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut Hanura, dengan posisi Megawati dan SBY yang merupakan mantan presiden RI dan juga pimpinan parpol, apa yang mereka lakukan memiliki dampak pada kader dan simpatisan di bawah.

"Selama ini hubungan antara keduanya kan ditafsirkan publik ada kerenggangan. Ini tidak baik. Bu Mega kan mantan presiden yang juga ketua umum partai, begitupun SBY, jadi keduanya punya basis massa. Ketegangan antar elite bisa berdampak ke bawah," kata Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana saat dihubungi GARASInews, Kamis (17/8/2017) malam.

Dadang menyatakan bahwa masyarakat merasa lega bila ternyata tak ada kerenggangan antara SBY dan Megawati. Sebab, kata Dadang, dalam membangun bangsa perlu kekompakkan semua elemen termasuk mantan presiden.

"Kalau kompak kan melegakan. Kerja bersama membangun bangsa perlu kekompakan semua pihak," katanya.

Dadang tidak mau berspekulasi banyak soal apa maksud dari jabatan tangan SBY-Megawati. Namun paling tidak keduanya bisa meredakan ketegangan politik yang ada.

"Paling tidak, ketegangan politik bisa berkurang. Untuk ke depan kan kita tidak bisa menduga," ucap Dadang.

Sekretaris F-Hanura DPR itu tidak banyak berharap SBY dan Megawati akan bergabung dalam satu koalisi. Menurutnya, bila pun tidak bisa berkoalisi, SBY dan Megawati akan bersaing secara sehat.

"Kalau misalnya gabung koalisi pemerintah lebih baik. Tapi kalau tidak gabung artinya bersaing, itu tidak jadi masalah tapi secara sehat," tutupnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Thursday, August 17, 2017

BJ Habibie: Megawati dan SBY Bersalaman di Istana Merdeka

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Para presiden dan wakil presiden berkumpul merayakan peringatan kemerdekaan Indonesia ke-72 di Istana Merdeka. Ternyata para pemimpin Indonesia itu telah saling bersalaman satu sama lain.

"Salaman," kata Presiden ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, usai pertemuan di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (17/8/2017).

Selain BJ Habibie, para pemimpin yang ikut dalam pertemuan peringatan proklamasi kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia ini adalah Try Sutrisno, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Boediono. Apakah SBY juga bersalaman dengan Megawati?

"Iya," kata Habibie, santai.

Habibie terus berjalan dituntun dua orang ajudannya. Dia menilai pertemuan barusan menyiratkan makna yang baik bagi bangsa ini.

"Kan bagus to persatuannya," kata Habibie sambil tersenyum.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Soal Tudingan Jokowi Diktator, Prabowo: Saya Keseringan di Gunung

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tidak mengikuti soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap diktator. Prabowo mengaku ketidaktahuannya itu mungkin lantaran dia terlalu sering di gunung.

"Itu biar saja proses, saya kok tidak ikuti. Mungkin saya terlalu banyak di gunung, jadi saya tidak ikuti detail," ujar Prabowo di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2017).

Prabowo mengimbau untuk tidak terlalu membesarkan masalah sehingga dapat memicu perpecahan. Ia mengatakan ingin Indonesia tetap damai.

"Jangan hal-hal kecil dibesarkan, Anda tanya presiden diktator apa tidak? Kan kayaknya mau pancing statement apa dari saya," kata Prabowo.

"Tidak kok, kita mau kebaikan, jangan mencela tapi juga kewajiban dari pemimpin untuk ingatkan," lanjutnya.

Prabowo juga mengingatkan agar siapapun pemimpin untuk berhati-hati. Selain itu, dia juga ingin agar presiden selalu ingat dengan rakyat.

"Hati-hati, jangan mau dipecah belah. Jangan meninggalkan rakyat, jangan meneruskan ketidakadilan, jangan membela orang kaya saja. Kan kira-kira begitu, itu kan baik," ujar Prabowo.

Seperti diketahui, sejak diterbitkannya Perppu Ormas, Jokowi mendapat banyak komentar dari masyarakat. Salah satunya ada yang menganggap bila Jokowi berlaku seperti diktator.

Jokowi kemudian membantah anggapan tersebut. Dia sampai berkelakar bahwa wajahnya itu tidak seperti wajah diktator.

Dalam berbagai kesempatan juga, Jokowi menegaskan tidak ada institusi di Indonesia yang memiliki kekuasaan mutlak apalagi diktator. Hal itu dikarenakan adanya perimbangan kekuasaan antar lembaga.

"Merujuk konstitusi kita, tidak ada satu pun institusi yang memiliki kekuasaan mutlak apalagi seperti diktator konstitusi memastikan adanya perimbangan kekuasaan antar lembaga-lembaga negara," kata Jokowi saat menghadiri simposium Internasional MK se-Asia di Solo, Rabu (9/8).

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Pertama di Era Jokowi, SBY akan Hadiri Upacara HUT RI di Istana

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) direncanakan hadir dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72 di Istana Negara. SBY akan hadir didampingi oleh istrinya Ani Yudhoyono.

"Presiden RI ke-6 SBY dan Ibu Ani Yudhoyono akan hadir pada upacara peringatan Detik Detik Proklamasi di Istana Merdeka besok," ujar Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat Imelda Sari dalam perbincangan dengan GARASInews, Rabu (16/8/2017) malam.

Imelda menjelaskan sekalipun di Cikeas akan digelar upacara peringatan juga, SBY lebih memilih untuk menghadiri acara di Istana. Upacara di Cikeas pun menurutnya akan dipimpin oleh Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan.

"Tetap datang dong. Akan hadir usai dari Istana. Upacara di Cikeas dipimpin Sekjen PD (Hinca Pandjaitan)," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat itu tak memenuhi undangan sidang tahunan MPR yang digelar Rabu (16/7) kemarin. SBY diketahui sedang mempersiapkan tur kemerdekaan di beberapa provinsi sehingga tak menghadiri acara tersebut. Sementara itu, mantan Presiden dan Wakil Presiden lainnya tampak hadir dalam acara rutin ketatanegaraan tersebut.

"Beliau mau ada acara tur kemerdekaan di Jateng, Jatim, Yogya. Nanti kita akan rapat nanti sore, untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke-72. Besok juga nggak bisa datang di upacara kemerdekaan di Istana ya karena ada tur kemerdekaan," terang Roy di Gedung DPR, Rabu (16/8).

Rencana kehadiran SBY ini memang cukup mengejutkan sebab sejak dirinya tak menjabat lagi sebagai Presiden, SBY tak pernah memenuhi undangan upacara peringatan HUT RI di Istana. Kedatangan SBY ini juga sekaligus menjadi bantahan terhadap adanya anggapan kerenggangan hubungan antara Cikeas dan Istana.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tuesday, August 15, 2017

3 Agenda Besar Menurut SBY Menuju Indonesia Emas 2045

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan ada tiga agenda besar dalam menyongsong Indonesia di tahun 2045. Agenda itu menyangkut soal ekonomi hingga peradaban.

"Soal ekonomi dan kesejahteraan ingat amanah konstitusi, amanah pendiri republik menjadi negara adil dan makmur," kata SBY di Auditorium Utama LIPI lantai 2, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).

Isu pertama yang harus disikapi oleh pemerintah adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Menurut SBY, ekonomi Indonesia harus kuat dan berkeadilan.

"Ekonomi kita harus kuat, adil dan berkelanjutan," tuturnya.

Agenda kedua adalah soal demokrasi. Ruang berekspresi harus semakin dibuka namun tetap berlangsung tertib dan tidak anarkis.

"Agenda kedua demokrasi, kita sebetulnya kalau melihat perjalanan waktu terutama orde lama dan orde baru. Kita pelajari. Penggalan periode pemerintahan dulu. Ruang rakyat untuk berekspresi itu tidak cukup. Oleh karena itu, amanah reformasi 1998 mari kita bikin yang cukup. Itulah demokrasi," imbuhnya.

Dia menyadari bahwa demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya baik. Konsolidasi demokrasi menurutnya masih perlu dikuatkan.

"Demokrasi harus kuat stabil dan berkualitas. Demokrasi belum sempurna. Belum full consolidated. Dan tidak mudah. Tidak seperti membalikkan telapakan tangan," ujarnya.

Terakhir, SBY mengungkapkan peradaban bangsa yang maju dan berkarakter merupakan sesuatu yang sangat penting. Peradaban ini yang nantinya akan menjadikan Indonesia tahan banting walau harus mengalami krisis.

"Agenda ketiga, civilization. Peradaban bangsa yang maju dan berkarakter. Kalau kita punya something peradaban situasi seperti itu tidak perlu cemas kalau sekali-kali ada shock, crisis baik karena faktor internal ataupun eksternal. Kita akan survive dan akan terus maju ke depan," terangnya.

Pegawai KPK: Hak Angket Untuk Pimpinan Lembaga Bukan Lembaganya

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Pegawai KPK mempertanyakan adanya hak angket oleh DPR pada lembaga tersebut. Menurut mereka, seharusnya hak angket dilakukan pada pimpinan KPK bukan pada lembaga KPK.

"Subjek yang bisa dikenakan hak angket oleh DPR adalah pimpinan lembaga bukan lembaganya. Hal tersebut dikuatkan, disebutkan subjek pimpinan lembaga adalah presiden, wakil presiden, menteri, panglima TNI, Kapolri, jaksa agung dan pimpinan lembaga non kementerian," kata salah satu pegawai KPK Lakso Anindito di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2017).

Lakso menyampaikan hal tersebut dalam persidangan judicial review yang dia dan beberapa rekannya ajukan soal hak angket DPR terhadap KPK di MK. Mereka menggugat pasal 79 Ayat 3 UU Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3).

Dalam persidangan hari ini dengan agenda perbaikan, ada beberapa hal yang mereka perbaiki. Antara lain soal legal standing. Legal standing pemohon yang awalnya adalah wadah pegawai KPK, mereka ganti menjadi individu, pembayar pajak dan pegawai KPK. Alasan penghapusan wadah pegawai karena menurut mereka dan majelis hakim akan membingungkan.

"Legal standing kami sampaikan sudah ada penegasan. Yang mengajukan judicial review adalah para pemohon individu, pembayar pajak dan pegawai kpk. Untuk wadah pegawai agar tidak membingungkan maka kami hapuskan," ucap Lakso.

Hal lain yang mereka perbaiki adalah alasan permohonan dalam pokok perkara. Setidaknya ada 2 hal yang mereka anggap mencederai KPK dengan adanya hak angket KPK.

"Kedua, alasan permohonan dalam pokok perkara. Kami dalilkan, hak angket KPK mencederai dua hal yaitu supremasi hukum dan pemisahan atau pembatasan kekuasaan," paparnya.

Terkait supremasi hukum, Lakso memaparkan pentingnya menjaga independensi KPK dari segala intervensi. Untuk menguatkan argumennya, dia menyertakan UU KPK pasal 3 tentang kedudukan independen KPK dan pasal 6 tentang kewenangan KPK. Selain itu, dia juga menjelaskan apa yang ada di KPK saat ini.

"Selain itu, dipaparkan keadaan faktual upaya intevensi terhadap supremasi hukum tersebut serta kaitan hak angket KPK yang dikaitkan dengan kasus e-KTP yang sedang ditangani KPK," sebutnya.

Sementara soal pemisahan atau pembatasan kekuasaan, Lakso menjelaskan panjang lebar soal kedudukan KPK dalam sistem tata negara. Menurutnya, KPK adalah lembaga independen di luar lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Selain itu, dia juga memasukkan peranan lembaga yudikatif dalam menguji hasil kerja KPK.

"Karena undang-undang sudah mengatur sedemikian rupa mekanisme dan pola kerja struktur dalam sistem hukum khususnya dalam hukum pidana. Hal tersebut untuk semakin menegaskan secara logis kedudukan yudikatif mempunyai fungsi penting untuk menguji, bukan legislatif," paparnya.

Dia pun membandingkan antara KPK, kepolisian dan kejaksaan. Menurutnya ada beberapa perbedaan mendasar antara ketiga lembaga tersebut.

"Pertama undang-undang KPK dibentuk karena amanat reformasi yang diturunkan dalam TAP MPR. Dijelaskan bila, KPK adalah lembaga independen sehingga pimpinan KPK harus bebas dari kekuasaan manapun," ucapnya.

"Pimpinan KPK dipilih lewat mekanisme khusus sehingga tidak di bawah presiden. Sehingga pimpinan KPK tidak di bawah struktur presiden dalam konteks kepala pemerintahan. Sementara Kapolri dan jaksa agung dipilih oleh presiden dan ada di bawah presiden," tutupnya

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Monday, August 14, 2017

Daftar Panjang Penerima Duit e-KTP dalam Dakwaan Andi Narogong

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Andi Narogong didakwa memperkaya diri sendiri USD 1.499.241 dan Rp 1 miliar. Selain itu Andi juga didakwa memperkaya 20 pihak lain mulai dari pejabat Kemendagri hingga Anggota DPR.

Dalam dakwaan Andi yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017), penerima duit panas e-KTP dari Andi tak hanya pihak perseorangan, tapi juga korporasi.

Berikut daftar panjang pihak yang diperkaya oleh Andi terkait pengerjaan proyek e-KTP:

  1. Irman sebesar Rp 2.371.250.000, USD 877.700, dan SGD 6.000
  2. Sugiharto sebesar USD 3.473.830
  3. Gamawan Fauzi Rp 50 juta
  4. Diah Anggraini Rp USD 500 ribu dan Rp 22,5 juta
  5. Drajat Wisnu Setiawan USD 40 ribu dan Rp 25 juta
  6. Enam orang anggota panitia lelang masing-masing Rp 10 juta
  7. Husni Fahmi sebesar USD 20 ribu dan Rp 10 juta
  8. Beberapa anggota DPR periode tahun 2009-2014 sejumlah USD 14.656.000 dan Rp 44 miliar
  9. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam, dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing sebesar Rp 1 miliar
  10. Wahyudin Bagenda selaku Dirut PT LEN Industri sebesar Rp 2 miliar
  11. Johannes Marliem sebesar USD 14,880 juta dan Rp 25.242.546.892
  12. Beberapa anggota Tim Fatmawati yakni Jimmy Iskandar alias Bobby, Eko Purwoko, Andi Noor, Wahyu Setyo, Benny Akhir, Dudi, dan Kurniawan masing-masing sebesar Rp 60 juta
  13. Mahmud Toha sebesar Rp 3 juta
  14. Manajemen bersama konsorsium PNRI sebesar Rp 137.989.835.260
  15. Perum PNRI sebesar Rp 107.710.849.102
  16. PT Sandipala Artha Putra sebesar Rp 145.851.156.022
  17. PT Mega Lestari Unggul (holding company PT Sandipala) sebesar Rp 148.863.947.122
  18. PT LEN Industri sebesar Rp 3.415.470.749
  19. PT Sucofindo sebesar Rp 8.231.289.362
  20. PT Quadra Solution sebesar Rp 79 miliar

Sebelumnya, jaksa juga mengungkap hampir setengah dari dana proyek e-KTP Rp 5,9 triliun dikorupsi dan dibagi-bagi ke sejumlah pihak. Setya Novanto dan Andi Narogong disebutkan direncanakan mendapat fee sebesar 11% dari nilai proyek atau Rp 574.200.000.000.

Perbuatan Andi Narogong bersama-sama lima orang lain disebut jaksa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2.314.904.234.275,39.

Andi Narogong didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Jaksa Akan Hadirkan 150 Saksi dan 8 Ahli di Sidang Andi Narogong

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Jaksa pada KPK sudah menyiapkan daftar saksi untuk memberikan keterangan di sidang terdakwa Andi Narogong. Ada 150 saksi dan 8 ahli yang akan dihadirkan.

"Akan menghadirkan 150 saksi dan 8 ahli tidak ada a de charge (saksi meringankan) dalam berkas perkara," kata jaksa pada KPK Irene Putri dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Jumlah saksi tersebut lebih banyak dari saksi yang dihadirkan di sidang terdakwa Irman dan Sugiharto sebelumnya yakni 113 saksi.

"Namun demikian kami seperti pada persidangan terdakwa Irman dan Sugiharto, kami akan menseleksi kembali mana yang relevan untuk efektivitas dan efisien persidangan," ujar jaksa Irene.

Jaksa Irene menjelaskan, banyaknya saksi mengindikasikan rangkaian yang lebih luas dalam persidangan dengan terdakwa Andi Narogong.

"Dalam persidangan ini akan ada saksi yang akan lebih dari yang kemarin. Karena ada tambahan-tambahan. Karena ada rangkaian yang lebih luas," tutur jaksa Irene.

Saksi-saksi tersebut tidak termasuk saksi e-KTP yang meninggal beberapa waktu lalu, yakni Johannes Marliem.

Sidang Andi Narogong akan dilanjutkan pada Senin (21/8) pekan depan. Sidang Andi dipimpin oleh hakim John Halasan Butarbutar, hakim yang sama yang menyidangkan Irman dan Sugiharto.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

KPK Koordinasi dengan Pihak AS Terkait Kematian Saksi Kunci e-KTP

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Meninggalnya orang yang disebut-sebut sebagai saksi kunci korupsi e-KTP, Johannes Marliem, masih menjadi misteri. Lalu apa langkah KPK terkait hal tersebut?

"Kita tetap akan koordinasi dengan otoritas Amerika, sejauh apa (kasus) itu terjadi," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada detikcom saat ditemui di Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon, Minggu (13/8/2017) petang.

Namun Saut menyebut jika kasus e-KTP yang kini ditangani hingga ditetapkan beberapa orang sebagai tersangka tidak ada kaitannya dengan Johannes. Johannes disebut-sebut sebagai saksi kunci karena memiliki sejumlah bukti.

Terlebih hingga saat ini penyidik belum pernah mendengar atau melihat langsung bukti yang dimiliki Johannes. Pasalnya sejauh ini Johannes hanya berbicara pada media dan bukan pada KPK.

"Tapi kita pelajari mudah-mudaha apa yang dia miliki bermanfaat untuk membuka kasus ini lebih jauh. Sejauh yang saya pahami, dia bukan orang Indonesia lagi. Kalau dia berada di Indonesia, bisa jadi lebih sehat," tuturnya.

Seperti diketahui Johannes ditemukan tewas pada Kamis 10 Agustus lalu di Beverly Grove, Los Angeles. Pria yang juga seorang pengusaha tersebut tewas dengan luka tembak. Belum jelas apakah Johannes tewas karena ditembak atau bunuh diri.

Selain belum adanya kejelasan soal penyebab kematian, status kewarganegaraan Johannes juga masih menjadi tanda tanya. Namun beberapa pihak menyebut Johannes yang telah meninggalkan Indonesia sejak 2016 lalu itu sudah berpindah warga negara Amerika.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sunday, August 13, 2017

ICW: KPK Harus Jelaskan Tewasnya Saksi Kunci e-KTP ke Publik

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK turut serta mencari tahu penyebab tewasnya Johannes Marliem yang disebut sebagai saksi kunci kasus korupsi e-KTP. Menurut ICW, hal itu sudah menjadi tanggung jawab KPK kepada publik.

"Kita meminta KPK juga bekerja sama dengan pihak otoritas di Amerika Serikat untuk menyelidiki kematian dari saksi kunci tersebut. Jangan sampai kematiannya berdampak negatif dalam konteks membongkar kasus e-KTP tersebut," kata peneliti ICW Aradila Caesar di kantornya di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2017).

"Ini juga menjadi salah satu pertanggungjawaban KPK kepada publik bahwa kasus ini juga ditangani serius oleh KPK," sambung Caesar.

Menurutnya, KPK nantinya harus bisa menjelaskan ke publik terkait misteri kematian saksi kunci itu. KPK, menurut Caesar, juga harus bisa menjelaskan apakah ada kaitan antara kematian Johannes dengan pengusutan kasus e-KTP.

"Artinya ada saksi kunci yang juga nanti KPK harus bisa menjelaskan kepada publik kenapa kematiannya bisa terjadi, apakah ada kaitannya kematian saksi kunci tersebut dengan kasusnya sendiri, apakah ada hal-hal lain di balik kematian dari saksi kunci tersebut. Jadi KPK dalam hal ini juga harus terlibat dalam konteks melakukan investigasi kematian dari saksi kunci tersebut," sebut Caesar.

Sebelumnya, KPK mengaku tak khawatir dengan tewasnya Johannes. Pasalnya, bukti yang diperlukan sudah dikantongi.

"Dalam proses penyidikan (kasus e-KTP), KPK tentu tidak tergantung pada satu saksi tertentu saja. Di kasus ini kami sudah memiliki bukti permulaan yang cukup ketika meningkatkan tersangka ke penyidikan," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Sabtu (12/8).

"Sebaiknya kita tunggu informasi resmi dari otoritas setempat (di AS) terlebih dahulu. Karena kewenangan berada di sana, baik dari aspek lokasi kejadian ataupun kewarganegaran," tutur Febri menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah memastikan kematian Johannes. Namun penyebab dari kematian, Kemenlu masih menunggu informasi dari otoritas AS.

"Johannes Marliem ditemukan tewas sekitar pukul 02.00 dini hari 10 Agustus 2017 di Los Angeles," ungkap Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir saat dikonfirmasi GARASInews, Sabtu (12/8).

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Saturday, August 12, 2017

PKB Belum Tentukan Sikap soal Koalisi di Pilgub Jabar 2018

foto: bertha/GARASInews

Bandung,GARASInews - PKB belum menentukan sikap terkait wacana pembentukan poros koalisi dengan Nasdem, PPP dan Hanur di Pilgub Jabar 2018. PKB masih menimbang-nimbang berbagai kemungkinan perihal koalisi.

"Kami belum ambil sikap soal koalisi," kata Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda saat ditemui GARASInews di kantor PWNU, Jalan Terusan Galunggung, Kota Bandung, Sabtu (12/8/2017).

Menurut dia, pembentukan poros koalisi ini masih pada tahap penjajakan yang diinisiasi oleh Nasdem. Namun, sambung dia, tentunya wacana tersebut akan menjadi pertimbangan PKB di Pilgub Jabar 2018.

"Sejauh ini saya belum ada komunikasi langsung dengan Pak Saan (Ketua NasDem Jabar). Tapi kami hargai inisiatif ini, kami akan pertimbangkan," ujar pria yang akrab disapa Huda ini.

Huda menuturkan PKB secepatnya akan mengambil sikap terkait Pilgub Jabar. Baik untuk membangun skema koalisi maupun mengusulkan calon-calon yang akan maju di Pilgub Jabar nanti.

Dia menjelaskan koalisi tidak hanya pada tatanan tingkat Provinsi Jabar melainkan kabupaten dan kota di Jabar yang melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Sehingga, aspirasi di tingkat kabupaten dan kota perlu difasilitasi.

"Kami harap secepatnya bisa memutuskan. Karena butuh waktu juga untuk sosialisasi nantinya. Aspirasi dari wilayah akan segara kami sampaikan ke pusat," kata Huda.

Perwakilan NasDem, PPP, Hanura dan PKB melakukan pertemuan membahas terkait pembentukan poros koalisi baru di Hotel Papandayan, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Jumat (12/8/2017).

Ketua DPD NasDem Jabar Saar Mustopa menjelaskan pertemuan ini merupakan bentuk keseriusan dari empat parpol untuk membentuk koalisi. Namun, belum ada kesepakatan resmi, masih dalam proses penjajakan.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Saksi Kunci e-KTP yang Tewas Pernah Sumbang Rp 3 M ke Obama

foto: bertha/GARASInews


Jakarta,GARASInews - Saksi kunci e-KTP Johannes Marliem diberitakan tewas di Los Angeles, Amerika Serikat. Johannes merupakan pengusaha Indonesia yang menjabat sebagai Direktur Biomorf Lone LLC Amerika Serikat.


Perusahaan tersebut sebagai penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek kartu tanda penduduk elektronik.


Menurut media GARASInews, Sabtu (12/8/2017), Johannes merupakan salah satu penyumbang dana terbesar untuk pesta inaugurasi kedua Presiden AS Barack Obama. Saat itu, Johannes menyumbangkan dana sebesar USD 225.000 (sekitar Rp 3,2 miliar) atau hanya selisih USD 25.000 dari perusahaan multinasional ExxonMobil.


Selain itu, sumbangan tersebut dua kali lipat dari yang diberikan mantan istri Gubernur Minnesota, Mark Dayton dari Partai Demokrat yakni Alida Messinger.


Johannes juga tercatat sebagai CEO dan pendiri Marliem Marketing Group di Minneapolis. Dalam situs perusahaan Johannes tercantum bahwa kantor berada di Minneapolis dan Jakarta, Indonesia dan dibentuk pada tahun 2006 lalu.


Dalam situs web tersebut, perusahaan Johannes bergerak di bidang usaha kecil dan bagi perusahaan AS untuk menjual produk dan layanan di Indonesia. Apalagi, Johannes memiliki kontrak senilai USD 600 juta dengan perusahaan yang membuat identifikasi biometrik Sistem yang digunakan di indonesia.


Sementara itu, dalam Pipres AS pada tahun 2016 lalu, Johannes memberikan dana sumbangan sebesar USD 100 ribu dan USD 125 ribu untuk komite pelantikan presiden. Komisi Pemilu AS mencatat Johannes menyumbangkan dana USD 2.500 dan memberi dana senilai USD 70.000 untuk kampanye kepresidenan, Komite Nasional Demokratik dan beberapa komite Demokratik negara bagian melalui pengumpulan dana bersama.


Sedangkan pada tahun 2010, Johannes dinyatakan bersalah atas kasus penipuan cek kosong senilai USD 10 ribu. Cek kosong tersebut tertulis dari Bank TCF untuk disimpan di rekening bank Wells Fargo.


Dalam sidang perkara korupsi e-KTP, Johannes disebut memberikan sejumlah uang untuk salah satu terdakwa, yaitu Sugiharto. "Setelah Konsorsium PNRI dinyatakan lulus evaluasi terdakwa II (Sugiharto) melalui Yosep Sumartono menerima uang dari Paulus Tanos sejumlah USD 300 ribu yang diterima di Menara BCA, Jakarta, dan dari Johannes Marliem sejumlah USD 200 ribu, yang diterima di Mal Grand Indonesia, Jakarta," tulis jaksa dalam surat tuntutan seperti dikutip.


Uang USD 200 ribu itu disebut untuk kepentingan membayar advokat, yaitu Hotma Sitompoel. Selain itu, Sugiharto sempat membeli satu unit mobil Honda Jazz dengan uang yang didapatkan dari Johannes.


"Bahwa pada bulan Mei 2012 sampai November 2012, Terdakwa II melakukan pembayaran pekerjaan pengadaan sistem AFIS tahun 2012 yang produknya disediakan oleh Johannes Marliem. Pada bulan Oktober 2012, Terdakwa II menerima uang sejumlah USD 20 ribu dari Johannes Marliem melalui Husni Fahmi, yang kemudian ditukarkan oleh Terdakwa II sehingga memperoleh sekitar Rp 190 juta. Kemudian Terdakwa II menggunakan sebesar Rp 150 juta untuk membeli 1 unit mobil Honda jazz nomor polisi B-1779-EKE dan sisanya sebesar Rp 40 juta untuk kepentingan pribadi Terdakwa II," tulis jaksa dalam surat tuntutan.


Johannes sendiri mendapatkan keuntungan USD 14.880.000 dan Rp 25.242.546.892 dalam proyek itu. "Bahwa atas pembayaran sistem AFIS tersebut di atas, Johannes Marliem memperoleh keuntungan sebesar USD 14.880.000 dan Rp 25.242.546.892," sambung jaksa.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sidang Gugatan Perppu Ormas Dihadapi Secara Langsung Oleh Mendagri dan Menkum di MK

Jakarta, GarasiNews - Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menkum HAM Yasonna Laoly menghadapi langsung gugatan Perppu Ormas di MK. Kedua menter...