Showing posts with label pidato viktor penghinaan. Show all posts
Showing posts with label pidato viktor penghinaan. Show all posts

Tuesday, August 8, 2017

Pernyataan Lengkap Sikap Nasdem Terkait Pidato Viktor Laiskodat

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Video pidato Viktor Laiskodat di Kupang, NTT, membuat geram empat parpol yang kemudian melayangkan laporan ke polisi. Partai Nasdem pun bersikap dengan menyebut video pidato Ketua Fraksi Nasdem yang beredar itu telah diedit.

Karena pidato itu menuai kontroversi, DPP Nasdem langsung membentuk tim kajian yang diketuai Zulvan Lindan. Setelah mendengar video pidato secara utuh, Zulvan pun membeberkan hasil kerja timnya.

Berikut ini Pernyataan Sikap DPP Partai Nasdem berdasarkan hasil kerja Tim Kajian pidato kontroversial Viktor Laiskodat:
Terkait Kesalahpahaman atas Pidato Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat di NTT, DPP Partai NasDem telah membentuk Tim Kajian yang melibatkan Dewan Pakar, Pengurus Harian dan Badan Advokasi Hukum Partai NasDem, terkait isi pidato saudara Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di Kabupaten Kupang, NTT, pada tanggal 1 Agustus 2017.
Setelah mendengar dan menyimak secara lengkap rekaman utuh pidato VBL selama 21 menit 12 detik maka Tim Kajian DPP Partai NasDem berkesimpulan:

1. Bahwa rekaman yang telah beredar adalah rekaman yang telah diedit sedemikian rupa sehingga menghilangkan konteks, konten, dan substansi dari pidato asli VBL.
2. Bahwa hasil editan yang disebarluaskan tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman. Apabila mendengarkan pidato tersebut secara utuh maka tidak akan terjadi kesalahpahaman terhadap isi, maksud, dan tujuan dari pidato VBL.
3. Pidato saudara VBL sesungguhnya adalah mendorong semangat untuk menjaga ideologi dan konstitusi negara dari setiap upaya terhadap disintegrasi negara dan bangsa. Dan tidak ada maksud dan tujuan dari saudara VBL untuk menyudutkan pihak manapun.
Menyikapi hal tersebut DPP Partai NasDem menyatakan:
1. Telah terjadi kesalahpahaman terhadap pidato saudara VBL karena ada pihak yang mengedit, menyambungkan, dan menyebarluaskan pidato tersebut.
2. DPP Partai NasDem mengajak semua pihak untuk tidak memberikan penilaian dan reaksi semata-mata berdasarkan pada suatu sumber yang telah dimanipulasi.
3. Partai NasDem akan selalu menjadi garda terdepan dalam membela ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI serta mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kerukunan hidup berbangsa dan bernegara.
4. Partai NasDem mengajak semua pihak untuk tidak cepat terpancing, mudah diadu domba, serta terprovokasi yang mengganggu keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.
5. Partai NasDem siap menerima pandangan, saran, bahkan kritik untuk bersama-sama dengan komponen lainnya dalam proses pembangunan negara bangsa.
Demikian pernyataan ini disampaikan.
Jakarta, 7 Agustus 2017
DPP Partai NasDem
Zulfan Lindan
(Ketua Tim Kajian)


SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Monday, August 7, 2017

Dituding Pro-Khilafah, PKS Susul PAN-Gerindra Polisikan Viktor

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - PKS melaporkan anggota DPR Victor Laiskodat ke Bareskrim, Mabes Polri. Pidato Ketua Fraksi NasDem itu disoal karena mengandung ujaran kebencian saat berpidato di Kupang, NTT, beberapa waktu lalu.

Pantauan di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakpus, Senin (7/8/2017), sekitar pukul 10.20 WIB, Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM PKS, Zainuddin Paru tiba di Bareskrim mengenakan kemeja batik cokelat. Kedatangannya didampingi 5 rekannya dari departemen hukum dan HAM DPP PKS.

"Ada pidato (Victor) yang nyata-nyata menimbulkan permasalahan serius, ujaran kebencian dan permusuhan di sekelompok orang atau masa pada saat menyampaikan deklarasi bupati kabupaten Kupang," ujar Zainuddin sebelum membuat laporan.

Victor dilaporkan sejumlah pasal pidana, salah satunya pasal 156 KUHP tentang penghinaan terhadap SARA. Menurutnya, secara eksplisit pidato Victor telah menuding partainya sebagai partai intoleran dan pro-khilafah.

"Bukan kami dukung khilafah. Kami bicara parpol, bicara Indonesia NKRI, (beda pendapat) jadi tidak ada masalah. Namun ketika dituduh khilafah itu fitnah keji jelas tidak mendidik," paparnya.

Dalam pelaporannya, Zainuddin membawa 2 bukti rekaman pidato Victor di Kupang, NTT. Selain ke Polisi, Viktor juga akan dilaporkan ke MKD DPR.

"Laporan nanti akan kami teruskan ke pengaduan majelis kehormatan DPR, dalam ini Victor telah melanggar etika anggota DPR," terang Zainuddin.

Seperti diketahui, pidato Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat di Nusa Tenggara Timur menjadi kontroversi. Dalam pidatonya, Viktor menyebut Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan PAN sebagai parpol yang intoleran dan mendukung ideologi khilafah.

Akibat pernyataan ini, Viktor dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh PAN dan Gerindra. Viktor dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media elektronik/penghinaan dan kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Viktor diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE juncto Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

Hingga saat ini, Viktor belum bisa dimintai klarifikasi ihwal pernyataannya tersebut. detikcom telah mencoba menghubungi melalui telepon ataupun pesan singkat, namun HP Viktor tidak aktif.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Friday, August 4, 2017

Presiden PKS: Pidato Viktor Laiskodat Menjijikkan dan Fitnah

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Presiden PKS Sohibul Imam mengkritik pidato Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat yang isinya menuduh PKS mendukung gerakan khilafah di Indonesia. Menurutnya, pidato Viktor menjijikkan karena bernada provokatif.

"Jika video itu benar, tentu sangat disayangkan seorang elite nasional membuat pernyataan menjijikkan, provokatif, dan permusuhan dan fitnah," ujar Sohibul kepada GARASInews, Jumat (4/8/2017).

Sohibul meminta Viktor untuk diproses hukum. Bahkan, Sohibul menyarankan Ketua Umum NasDem Surya Paloh segera mencopot Viktor dari seluruh posisi yang dijabat di NasDem

"Ini harus diproses secara hukum dan etika dengan hukuman yang berat. Bahkan, lebih dari pantas jika pimpinan partainya (Bang Surya Paloh) segera mencopot dan memberhentikan Viktor dari segala jabatan publik yang disandangnya," katanya.

Menurut Sohibul, alangkah bahayanya bila ada pemimpin seperti Viktor. Sohibul menyebut jiwa rasis yang ditunjukkan Viktor dalam pidato itu akan menular kepada masyarakat luas.

"Karena pemimpin seperti ini berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai jiwa rasis dan insinuatif (menyindir) elite seperti ini menular kepada masyarakat luas," terangnya.

Sohibul menganggap apa yang dilakukan Viktor di pidato tersebut sudah melewati batas. Dia mengimbau kepada semua elite partai untuk lebih berhati-hati dalam bicara demi menjaga keutuhan negara Indonesia.

"Saya sulit membayangkan kondisi psikologis elite seperti ini. Menurut saya, ini melampaui kewajaran manusia Indonesia. Semoga ini kasus terakhir dan kita berharap semua elite mawas diri demi keutuhan negara bangsa yang kita cintai. Aamiin," sebut Sohibul.

Berpidato dalam suatu acara di NTT, Viktor bicara soal partai-partai politik yang dituduhnya pro-khilafah dan intoleran. Gerindra dkk disebut Viktor mendukung gerakan kekhilafaan.

"Sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran," kata Viktor yang pidatonya bercampur antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Viktor sudah dihubungi soal pidatonya tersebut, namun yang mengangkat seorang perempuan yang diduga sekretarisnya. Perempuan itu mengatakan Viktor belum bisa menerima telepon karena masih kunker di dapilnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Anggota MKD: Pidato Viktor Penghinaan, Dia Terancam Dipecat

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR dari Fraksi Gerindra M Syafii mengatakan akan menunggu laporan masuk soal pidato Ketua F-NasDem DPR Viktor Laiskodat. Jika pidato tersebut disampaikan Laiskodat dengan sadar, Viktor dapat dikategorikan melakukan pelanggaran berat dengan ancaman pecat.

"Kita lihat prosesnya. Kalau dia menyatakan itu dengan penuh tanggung jawab, berarti kan melakukan penghinaan terhadap partai politik. Itu bisa dianggap pelanggaran berat," ujar Syafii atau biasa dipanggil Romo ketika dihubungi GARASInews, Jumat (4/8/2017).

"Kalau ada yang menyampaikannya ke MKD, akan kita proses. Pelanggaran berat itu risikonya kalau nggak di-skors, diberhentikan," imbuh Romo.

Romo mengatakan pidato Viktor yang isinya menuding Gerindra-PD-PKS-PAN sebagai parpol pendukung gerakan khilafah di Indonesia dapat digolongkan sebagai fitnah terhadap partai politik. Menurutnya, pernyataan Viktor sama sekali tak berdasar.

"Mengatakan orang anti-Pancasila itukan nggak main-main. Keluarnya Perppu (Ormas) saja digugat, orang ini dengan mudah mengatakan bahwa PKS, Gerindra, PAN, dan Demokrat anti-Pancasila. Ini kan harus punya dasar," ucap Romo.

"Dasarnya kita mau lihat. Kalau nggak ada (dasarnya), berarti kan dia fitnah. Tapi kan fitnah ini kan terhadap konstitusi dan ini sangat luar biasa," sambung anggota Komisi III DPR ini.

Berpidato dalam suatu acara di NTT, Viktor bicara soal partai-partai politik yang dituduhnya pro-khilafah dan intoleran. Gerindra dkk disebut Viktor mendukung gerakan kekhilafaan.

Sementara itu, Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan MKD akan menunggu perkembangan proses hukum terkait pidato Viktor, di mana ada beberapa pihak yang hendak mempolisikan politikus NasDem itu. Dia menjelaskan kebijakan MKD dalam satu kasus yang alat buktinya video adalah menunggu hasil perkara di ranah hukum. Pidato Viktor yang dianggap provokatif tersebar melalui grup WhatsApp dan viral di media sosial dan rekaman tak dapat dijadikan alat bukti

"Masalahnya alat bukti berupa rekaman itu hasil yurisprudensi, bila tidak diambil penegak hukum tidak bisa dipakai sebagai alat bukti. Iya itu yang dibawa ke MK," terang Dasco saat dihubungi oleh GARASInews secara terpisah.

"Sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra. Partai nomor dua itu namanya Demokrat. Partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran," kata Viktor yang pidatonya bercampur antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Viktor sudah dihubungi soal pidatonya tersebut, namun yang mengangkat seorang perempuan yang diduga sekretarisnya. Perempuan itu mengatakan Viktor belum bisa menerima telepon karena masih kunker di dapilnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sidang Gugatan Perppu Ormas Dihadapi Secara Langsung Oleh Mendagri dan Menkum di MK

Jakarta, GarasiNews - Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menkum HAM Yasonna Laoly menghadapi langsung gugatan Perppu Ormas di MK. Kedua menter...